Jus delima paling enak adalah yang baru diperas, bukan yang disaring dari botol kemasan. Masalahnya, memeras delima langsung sering berakhir dengan tangan merah, biji hancur, dan hasil yang cuma setengah gelas. Panduan ini menguraikan cara membuat jus delima yang benar, langkah demi langkah, supaya hasilnya banyak, rasanya seimbang, dan nutrisinya tetap terjaga.
Pilih Delima yang Tepat Sebelum Memeras
Delima yang kurang matang menghasilkan jus pahit dan asam menusuk. Ciri delima siap peras: kulitnya kencang, warnanya merata, dan terasa berat saat diangkat. Berat menunjukkan isi biji yang berair, bukan kulit tebal.
Coba ketuk perlahan dengan punggung jari. Bunyi logam yang nyaring menandakan biji sudah penuh. Kalau terdengar berongga, kemungkinan isinya kering. Delima yang disimpan terlalu lama biasanya berkulit keriput dan bijinya mulai menyusut.
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
- 1 buah delima ukuran sedang (kira-kira 250 gram) untuk 1 gelas jus
- Pisau tajam dan talenan
- Mangkuk besar berisi air
- Blender atau juicer
- Saringan halus atau kain kasa
- Wadah kaca bertutup
Air dalam mangkuk bukan sekadar untuk mencuci. Biji delima yang tenggelam lebih padat dan berair, sedangkan yang mengapung biasanya tipis dan pahit. Buang bagian yang mengapung.
Langkah Memisahkan Biji Tanpa Membuat Dapur Berantakan
- Potong mahkota delima, lalu sayat kulitnya membentuk empat bagian. Jangan potong sampai tembus ke biji.
- Rendam buah dalam mangkuk air, lalu tarik perlahan tiap bagian hingga biji terlepas. Air menahan cipratan dan membantu biji tenggelam.
- Angkat kulit dan selaput putih yang mengapung, lalu tiriskan biji dengan saringan.
- Keringkan biji sebentar dengan tisu dapur supaya tidak ada air sisa yang mengencerkan rasa.
Selaput putih di antara biji rasanya sepat. Sebagian besar sudah ikut terangkat bersama air, tetapi periksa lagi sebelum diblender.
Blender atau Juicer: Pilih Sesuai Hasil yang Diinginkan
Juicer memisahkan kulit biji secara otomatis sehingga menghasilkan jus paling jernih. Kalau tidak punya juicer, blender tetap bisa dipakai dengan beberapa catatan.
Blender biji delima dalam mode pulse selama 15 sampai 20 detik. Biji delima punya lapisan keras yang kalau diblender terlalu lama akan pecah dan melepaskan rasa pahit. Berhenti saat biji terlihat remuk, bukan hancur menjadi pasta.
Setelah itu, saring dengan kain kasa atau saringan halus. Peras perlahan; menekan terlalu kuat justru meloloskan partikel kulit yang menambah rasa sepat.
Menjaga Nutrisi Selama Proses
Buah delima mengandung polifenol yang peka terhadap panas dan cahaya. Ada alasan praktis di balik kebiasaan meminumnya dingin: proses pemanasan dapat menurunkan kadar senyawa tersebut. Kalau ingin menambahkan madu atau gula, tambahkan setelah jus disaring dan dalam keadaan dingin, bukan saat diblender.
Beberapa orang mencampur jus delima dengan bit atau wortel untuk menyeimbangkan rasa asam. Campuran ini tidak salah, tetapi porsi delimanya jadi lebih kecil per gelas. Kalau tujuan utamanya memanfaatkan delima untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, minum jus delima murni lebih masuk akal. Pembahasan lebih jauh soal kaitan delima dan kadar kolesterol bisa dibaca di artikel cara menurunkan kolesterol dengan buah delima.
Porsi Minum yang Wajar
Satu buah delima sedang menghasilkan sekitar 150 hingga 200 ml jus, atau kurang dari satu gelas. Jumlah itu sudah cukup untuk sekali minum. Jus delima pekat dan mengandung gula alami, jadi dua sampai tiga kali seminggu lebih bijak daripada setiap hari dalam porsi besar.
Penderita diabetes atau gangguan lambung sebaiknya mengonsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi sebelum menjadikan jus delima sebagai rutinitas. Buah ini umumnya aman, tetapi reaksi tiap orang bisa berbeda, terutama bila sedang mengonsumsi obat tertentu.
Menyimpan Jus agar Tidak Cepat Rusak
Jus delima segar paling baik diminum dalam beberapa jam setelah diperas. Kalau harus disimpan, gunakan wadah kaca bertutup rapat dan isi sampai penuh supaya ruang udara di dalamnya minimal. Simpan di lemari pendingin, bukan di pintu kulkas yang suhunya sering berubah.
Hindari wadah plastik bening karena cahaya mempercepat penurunan mutu. Beri label tanggal perasan agar tidak lupa. Jus yang sudah berubah warna menjadi kecokelatan atau berbau fermentasi sebaiknya dibuang.
Kalau hasil perasan terasa terlalu asam, tambahkan sedikit air matang dingin, bukan sirup. Sirup menutupi rasa asli delima dan menambah gula yang tidak diperlukan.
Ringkasan
Kunci cara membuat jus delima yang benar ada di pemilihan buah, pemisahan biji di dalam air, dan waktu blender yang singkat. Biji yang diblender terlalu lama menghasilkan rasa pahit, sedangkan pemanasan menurunkan kadar senyawa bermanfaatnya. Saring perlahan, simpan di wadah kaca tertutup, dan habiskan dalam waktu singkat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah biji delima boleh ikut diminum?
Biji yang masih utuh bisa dikunyah dan aman dikonsumsi. Setelah diblender, serpihan kulit biji sebaiknya disaring karena rasanya sepat dan lebih keras untuk dicerna.
Bisakah jus delima disimpan semalaman di kulkas?
Bisa, tetapi rasanya dan kandungan senyawanya mulai menurun. Simpan dalam wadah kaca tertutup rapat dan minum keesokan harinya, tidak lebih lama dari itu.
Perlu tambahan gula atau madu?
Tidak perlu kalau buahnya matang. Delima matang sudah manis-asam seimbang. Kalau tetap ingin menambah pemanis, tambahkan sedikit setelah jus dingin dan disaring.